 |
|
Profil Peneliti Buah Merah |
Tidak terasa waktu telah berlalu selama 10 tahun dalam usaha meneliti buah merah yang cukup melelahkan. Namun karena kami menghayati penelitian tersebut sebagai sebuah tantangan dalam dunia ilmiah dan akademis, maka waktu 10 tahun tersebut tidak terasa berjalan sama dengan satu bulan. Waktu 10 tahun yang kami dedikasikan tersebut telah memungkinkan kami untuk mampu menjawab semua permasalahan yang menyangkut aspek ilmiah buah merah walaupun belum sempurna. Permasalahan yang menjadi tantangan adalah aspek pengolahan buah merah, tapi permasalahan tersebut sekarang telah terjawab, yaitu dengan diciptakannya alat pemroses buah merah yang telah memenuhi standar mutu. Kini pemrosesan buah merah telah sepenuhnya menggunakan mesin sehingga suhu dapat diatur dengan tepat.
Masalah lain yang menjadi tantangan berat kami adalah untuk menjaga dan mengamankan citra buah merah di mata masyarakat karena banyaknya orang yang telah menyalah-gunakan kehebatan dan manfaat buah merah dimasa lalu. Sebagai yang dijuluki sebagai "peneliti kampung" oleh banyak orang, peneliti masih tetap melakukan penelitian ilmiah buah merah. Sebagai peneliti, kami, tetap berjuang melalui aspek inovasi, kreasi dan motivasi untuk mencapai target yang diinginkan. Dengan waktu yang berjalan di tengah proses penelitian yang terus berlangsung tersebut, maka peneliti belum sempat membuat website yang sanggup memberikan informasi produk buah merah yang dihasilkan oleh peneliti sendiri. Namun masalah tersebut telah dipecahkan. Awal April 2009 menjadi waktu dirilisnya produk buah merah asli milik si peneliti melalui dunia maya.
Sebagai penemu akan manfaat dan keilmiahan buah merah ini, sangat banyak konsumen yang penasaran dan mengontak kami untuk mendapatkan informasi apakah kami sudah menjual produk melalui internet. Sebelum April 2009, peneliti buah merah sama sekali tidak pernah menjual produknya melalui dunia internet. Berdasarkan penelusuran memang ada seseorang memelesetkan nama "Made" yang berdomisili di Bali. Peneliti buah merah yang asli adalah Pak Made di Papua (dosen Fakultas MIPA Universitas Cenderawasih), dan bukan Made Bali, dan memang tidak ada cabang penjualan di luar Papua untuk sementara ini.
Sebagai peneliti, kami menyarankan kepada konsumen agar berhati-hati membeli produk yang tidak berkualitas atau produk palsu. Sekali lagi peneliti menyarankan para konsumen baik yang berada di Indonesia maupun di mancanegara agar selektif membeli dan mengkonsumsi suplemen buah merah agar tidak mengalami kerugian.
Salam dari peneliti,
Drs. I Made Budi, M.Sc
|